Pelatihan Guru untuk Kurikulum Tetap Jalan

JAKARTA, KOMPAS.com - Sambil menunggu persetujuan anggaran Kurikulum 2013 oleh DPR, program pelatihan guru akan tetap berjalan. Untuk semester I, pelatihan guru selama 52 jam dan di semester II selama 30 jam. Khusus kepala sekolah, alokasi jam pelatihannya 70 jam.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Rabu (22/5), menjelaskan, kepastian pencairan anggaran Kurikulum 2013 akan diperoleh setelah ada keputusan atau rekomendasi dari Panitia Kerja Kurikulum Komisi X DPR, Jumat (24/5). Meski begitu, rencana pelaksanaan Kurikulum 2013 tidak akan berubah.

”Implementasi kurikulum tetap. Hanya karena sasaran penerapannya berkurang, skema pelatihannya juga dibagi per wilayah. Satu wilayah terdiri atas beberapa provinsi. Nanti ada empat wilayah, yakni Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar,” kata Nuh.

Nuh menjelaskan, pada semester I (Juni-Juli 2013), dilakukan pelatihan guru yang mengajar di semester I, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Selain itu, juga dilakukan pelatihan materi untuk mata ajar semester I. Pada semester II (September-November 2013), dilakukan pelatihan guru untuk mata ajar semester II, pemantauan dan evaluasi implementasi kurikulum semester I, dan remedi bagi peserta yang masuk memerlukan peningkatan pemahaman.

Mulai 4 Juni

Berdasarkan agenda Kemdikbud, pelatihan instruktur nasional (372 orang) akan dilakukan 4-8 Juni. Untuk pelatihan guru, kepala sekolah, dan pengawas inti (3.601 orang) pada 11-12 Juni. Pelatihan guru, kepala sekolah, dan pengawas sasaran (68.412 orang) pada 8-13 Juli.

Materi pelatihan yang akan diberikan antara lain mengenai filosofi kurikulum dan Kurikulum 2013, perubahan dalam metode pembelajaran dan penilaian dengan prinsip kurikulum berbasis kompetensi, serta perubahan sikap dan perilaku guru dalam mengajar.

”Seluruh proses pelatihan ini akan dipantau dengan sistem elektronik,” kata Nuh.

Sebelumnya, anggota Komisi X DPR, Zulfadli, mempertanyakan metode pemilihan sekolah yang akan menerapkan kurikulum baru. ”Jangan sampai menimbulkan kecemburuan antarsekolah atau antarguru,” ujarnya.

Fahriza Tanjung, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia, mempertanyakan efektivitas pelaksanaan Kurikulum 2013 yang persiapannya sangat mepet. ”Mengapa pemerintah ngotot memaksakan penerapan Kurikulum 2013,” ujarnya. (LUK/ELN)
 
Sumber : Kompas Cetak

Kurikulum 2013 Diterapkan Juli 2013

Dengan disetujuinya Kurikulum 2013 berikut anggarannya oleh mayoritas fraksi di Komisi X DPR dalam Rapat Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan Komisi X DPR pada Senin (27/5), maka secara politik kontroversi tentang Kurikulum 2013 sudah berakhir.
"Dengan demikian, maka penerapan Kurikulum 2013 akan tetap dilakukan mulai tahun pelajaran baru, Juli  2013", ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Ibnu Hamad, saat membuka dialog pendidikan dengan tema Kurikulum 2013: Menyiapkan Generasi Emas Indonesia, pada Selasa (29/5), di Palembang.
Menurut Ibnu Hamad, Kurikulum 2013 akan diterapkan secara bertahap dan terbatas, yakni pada kelas I dan kelas IV SD, kelas VII atau kelas I SMP dan kelas X atau kelas I SMA/SMK. Dengan cakupan sasaran penerapan,  SD: 2.598 sekolah, 15.629 guru, dan 342.312 siswa; SMP: 1.521 sekolah; 27.403 guru, dan 341.312 siswa; SMA: 1.270 sekolah, 5.979 guru, dan 335. 940 siswa; SMK: 1.021 sekolah, 7.102 guru, dan 514.783 siswa.
Ditambahkan Ibnu Hamad,  Mendikbud dan jajarannya telah menyosialisasikan Kurikulum 2013 pada 33 provinsi di seluruh Indonesia. Seluruh pendapat dan masukan  terhadap Kurikulum 2013 yang diterima Kemdikbud dalam sosialisasi tersebut, kemudian diagregasi dan dirangkum sebagai masukan untuk penyempurnaan Kurikulum 2013.
Dialog pendidikan yang diikuti 100 peserta tersebut dihadiri kepala sekolah dan guru SD, SMP, SMA/SMK se-Kota Palembang,  menampilkan tiga pembicara, yakni Staf Khusus Mendikbud Bidang Komunikasi dan Media, Sukemi, dengan topik Kurikulum 2013: Menyiapkan Generasi Emas Indonesia; Pembantu Rektor Bidang Akademik Universitas Sriwijaya, Anis Assegaf, tentang Kesiapan Perguruan Tinggi dalam Menerima Hasil Kurikulum 2013, dan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Selatan, Widodo, tentang Kesiapan Implementasi Kurikulum 2013. Kemudian bertindak sebagai moderator dalam dialog pendidikan ini, dosen Universitas Sriwijaya, Zulkifli Dahlan.